Javier, Te Amo II




Setelah cinta itu tak menyatu, setelah perasaan ini terasa tak ada artinya hanya karena perbedaan ini, segalanya berubah. Sella tetap berhubungan baik dengan Javier memang berat dijalani tapi mereka harus bersikap dewasa menghadapi apa yang ada didepan mereka. Mencintai Javier akan menjadi kenangan yang indah sekaligus menyakitkan. “Oh iya Sel, Januari nanti gue mau ke Jogja” Ucap Javier. “Jogja ? ngapain ?”. “Gue mau ngelanjutin sekolah disana”. Perasaan Sella bercampur aduk, entah harus merasakan apa, senang karena dia aka lebih mudah melupakan Javier atau malah sedih karena sosok Javier yang mampu membuatnya senyum akan menjauh dari dirinya.
                Mengetahui itu, Sella menjadi lebih banyak diam, merelakan, iyaa harus direlakan. Waktu Sella dan Javier masih tersisa 4 bulan lagi tapi rasanya begitu cepat, dan akhirnya tibalah di bulan Desember, penghujung tahun. “Jav, nonton yuk ?” Ajak Sella yang kala itu sedang berkumpul dengan teman-temannya. Awalnya Sella ragu untuk mengajak Javier pergi menonton film, tapi berkat dorongan teman-temannya akhirnya Sella memberanikan diri mengirim pesan singkat kepada Javier untuk pergi menonton. “Yuk, kapan ?” Beberapa menit kemudian Javier membalas sms Sella, dengan senang hati Sella mengetahui jawaban Javier yang langsung menerima ajakannya. Setelah menjelaskan kapan dan dimana mereka akan pergi menonton akhirnya percakapan Sella dan Javier melalui sms pun berakhir. “Cieee, asikkan yang mau nonton sama Bang Javi” Ledek salah satu temen Sella. “Ahaha, iya nih, pasti bakalan romantic, soalnya nonton film itu, kira-kira gimana yaa ekspresinya” Jawab Sella dengan wajah yang berseri-seri. “Pasti so sweet banget Sel, lo nonton film yang ceritanya kaya cerita lo sama Javier”. “Hmmm, yaa semoga aja gak ada halangan yaa” Jawab Sella, dan tiba-tiba ia ingat akan sesuatu “Ehh, tau gak sih gue kan nonton tanggal 27 nih,27 guysss” Seru Sella dengan antusias. “Emang kenapa sama tanggal 27 ?” Tanya salah satu temen Sella. “Aduuh, tau gak sih itu tandanya tepat 2 bulan Javier nembak gue, yaa walaupun kita gak jadian” Ucap Sella dengan senyum lebar, entah mengapa ia senang sekali tanpa sengaja memilih tanggal 27.
                Hari demi hari berlalu, tanggal 27 pun itu hampir mendekati. “Sel, nonton jadi kan tanggal 27 ? tiba-tiba Javier mengirimi Sella sms. “Jadi! Jangan PHP yaa J” balas Sella. “Iyaa, gue bisa kok, untung aja tanggal 27 jadi gue masih bisa nonton”. “Emangnya setelah tanggal 27 kenapa ?” Tanya Sella. “Habis tahun baru gue mau langsung berangkat”. Mengetahui pernyataan itu perasaan Sella menjadi tak karuaan, apa ini, perasaan macam apa ini seenaknya saja membuat dirinya menjadi seakan-akan rapuh,apa ? siapa Javier, dia bukan pacar gue yang harus gue khawatirin kalo jauh dari gue” batin Sella. “Semoga aja tanggal 27 gak ada halangan dan acara nonton gue sama Javier lancar, tanggal yang pas dan film yang pas” Ucap Sella, dan senyum penuh harap itu pun menghiasi wajahnya.
                Tepat tanggal 26, yap besoknya tanggal 27, rasanya udah gak sabar untuk bertemu hari itu, tanggal 27 hari Kamis. Siang itu lamunan Sella sudah mulai bermain-main dan menerka-nerka apa rasanya besok, “Kalo besok jadi, sweet moment ever” Ucap Sella. Tiba-tiba nada berbunyi sms pun memecah lamunan Sella. “Sel, besok agak sorean bisa ?”. Tepat sekali sms dari Javier yang memecah lamunan Sella. “Hmm, jam berapa, emangnya kenapa ?” Perasaan Sella saat itu mulai gak enak, ia merasa sesuatu bakal menghancurkan rencananya. “Jam setengah 5an bisa ? gue harus ngisi acara, sebenernya sampe malem tapi gue balik duluan aja sampai sore jadinya”. “Ahh, udah deh ini mah alamat-alamat batal” Keluh Sella. “Hmm, sore banget yaa, yaudah deh Jav, next time aja kali ya” ucap Sella, pasrah entah harus berkata apa lagi, mood nya hancur, dan rencananya mungkin akan menyusul juga menjadi kehancuran. “Gak!!! Gue kan udah janji sama lo jadi harus gue tepatin, gue usahain pulang cepet deh yaa” Jawab Javier berusaha meyakinkan Sella. “ Hmm, ya terserah lo aja deh” Hampir nyesek tapi entahlah sesak ini akan berlanjut apa engga.
                Pagi hari, Sella bangun dengan perasaan was-was namun terselip harap kebahagian, berharap rencanannya nonton bareng Javier bisa lancar. Siang hari ketika itu Sella stand by dengan handphonenya untuk menunggu kabar dari Javier, deg-degan, takut, semua menjadi satu, Sella gak mau hari ini menjadi berantakkan, dan tiba-tiba dering sms itu datang, berharap dalam hati semua akan baik-baik saja. “Sel L” sesaat membaca pesan yang dikirim dari Javier, perasaan Sella mulai menjadi-jadi. “Wah, kenapa nih orang, aduh jangan-jangan…..” pemikiran itu pun menghantui Sella, pemikiran akan batalnya hari ini. “Apa Jav ?” Balas Sella dengan perasaan was-was. “Maaf banget ya Sel, yang punya acara gak ngizinin gue pulang sekarang”. Seperti mendapat tamparan, sakit, sedih, rapuh, hancur, entah apa lagi yang dapat menggambarkan perasaan Sella saat itu, yang jelas setelah membaca pesan dari Javier, Sella benar-benar kecewa. “Ohh, yaudah gak apa-apa, batal aja gak apa-apa kok Jav” Apa lagi yang harus dikatakan Sella selain kata-kata itu yang terlalu sering ia ucapkan ketika Javier harus membatalkan apa yang sudah direncanakan bahkan ia sendiri yang berjanji. “Emangnya mau nonton film apa ? besok gak bisa ?” Tanya Javier. “Ada lah pokoknya, udahlah gak usah gak apa-apa kok, gue sama temen gue aja” Sella selalu berkata itu “Gak apa-apa” yaa arti dari kata itu kekecewaan yang gak tau harus bilang yang seperti apa lagi. Hancur! Ternyata kehancuran itu benar-benar menyusul, “Hah! Perasaan macam apa ini!” Keluh Sella, moodnya berubah drastis. “Gue gak jadi nonton sama Javier” Sella menghubungi temannya. “Lhoo, kenapa emangnya ?” Tanya Lita. “Iya, dia gak bisa, acaranya harus sampai malam, wajar gak sih kalo gue harus marah sama dia ? padahal gue bukan siapa-siapanya Lit ?!” ungkap Sella dengan lirih, sebisa mungkin menahan sesak yang meyerang dadanya, dan sesak itu sebentar lagi akan menjadi air mata. “Hmm, yaudahlah Sel, cowok kayak gitu udah diemin aja, mending kita aja yuk nonton ?” Ajak Lita, yang berusaha untuk menghibur Sella. “Hmm, yaudah deh daripada gue kebawa suasana” Setelah menutup telefon dari Lita, setetes benda bening yang menggambarkan suasana hatinya pun jatuh, yaa air mata itu, segera Sella menyekannya dengan tangannya.
                Setelah tiba di rumah Lita untuk berangkat bersama pergi menonton, Sella pun mulai bercerita kembali, rasanya ingin sekali ia menghampiri Javier dan membentak-bentaknya. “Sabar ya Sel, udahlah biarin aja Javier, cowok emang begitu, gak pernah peka!” Ucap Lita. “Mmm, iyaa sekarang tanggal 27 dan semua batal, ahh sialan” Keluh Sella dengan nada kesal. “Dia tau gak sih tanggal 27 itu apa ?” Tanya Lita tiba-tiba. Sejenak Sella berpikir, “Kayaknya engga deh, mana mungkin dia tau” ucap Sella dengan senyum masam. “Ahh, kan cowok emang gitu, beda sama cewek ya yang terlalu rajin mengingat sesuatu yang istimewa baginya”. “Iyaa, biarin ajalah, sia-sia semuanya” Sella masih merasa dongkol, entah gimana caranya agar kedongkolan itu hilang.
                Tiba di bioskop ada beberapa film yang akan ditayangkan. “Mau nonton apa nih ?” Tanya Dita kepada Sella dan Lita. “Mmm, gue terserah kalian aja deh, gue ikut aja” Ucap Sella. “Nonton yang pengen lo tonton aja Sel, kan gak jadi sama Javier jadi nonton sama kita aja ?” Ucap Lita. “Nonton Cinta Tapi Beda ?” Tanya Dita kepada Sella dengan memastikan perubahan ekspresi Sella mendengar judul film itu, iya film yang seharusnya ditonton bareng Javier. “Terserah kalian deh, gue ayo aja” Jawab Sella dengan seulas senyum yang mungkin agak dipaksakan. “Harusnya ada Javier nih” ucap Sella dengan lirih. “Cieeeilah, Sel, gak jadi romantic dong hari ini” ledek Dita dengan tawa lebar. “Ahh, berisik, bte gue nih masih mengakar di hati….hahaha” Jawab Sella, yang akhirnya cewek ini bisa tertawa juga. Mereka menyaksikan film itu, sesekali Dita menyenggol sikut Sella, memberi kode kalo yang di film itu Sella dan Javier. “Apaan sih Dit ? Iseng aja nih”. “Langsung nih ngebayangin bareng Bang Javi..hihihi” Ledek Dita dengan tawa kecil, namun Sella hanya tersenyum menanggapi sahabtanya ini.
                Tahun baru, akhir Desember pun menghampiri. Tengah malam Sella belum memejamkan matanya, ia masih betah berlama-lama didepan tv menantikan acara yang bagus buat ditonton. “Ah, masih sedikit kesel” Keluh Sella. Nada itu, iya nada dering sms handphone Sella pun berdering. “Sel, tahun baru keluar yuk ?” Seperti menemukan harta karun mata Sella langsung membelalak setelah membaca sms dari Javier. “Kemana ?” sempat ragu untuk melanjutkan pembicaraan, tapi entah mengapa perasaan ini terus mendorong Sella untuk menanggapi Javier. “Kemana aja yang seru, enaknya kemana ?”. “Gak ahh!!! Lo aja sono sama doi baru lo, males gue, lo PHP” spontan jari Sella mengetik kata-kata itu, mungkin efek dari beberapa hari yang lalu Javier membatalkan nonton mereka dan setelah itu ilang gak ada kabar. Seketika dering telefon No Love yang dinyanyikan oleh Simple Plan mengagetkan Sella, “Javier ?!” Sella langsung menjawab telfon itu. “Halo” singkat, efek bte mungkin. “Doi apaan sih ? siapa yang punya doi baru ?” Ucap Javier dari sebrang sana. “Mmm, engga ko”. “Yaudah mau gak keluar pas tahun baru ?” Tanya Javier. “Tapi nanti lo PH……” belum sempat menyelesaikan kalimatnya telefonnya terputus. “Ahh, apa-apaan sih” Ucap Sella dengan kesal. “Maaf Sel, gue belum isi pulsa gue lupa” Javier mengirimi Sella sms setelah telefonnya terputus.
                Penghujung tahun pun tiba, Sella bersiap-siap untuk dijemput Javier. “Gue OTW rumah lo ya”. “Iya”. Perasaan itu datang lagi, iyaa datang lagi, senang saat bisa bersama Javier. “Oke, ini yang terakhir, gue harus bisa batasin perasaan gue!” tegas Sella dalam hati. Beberapa saat kemudian ada seseorang yang memanggil namanya, dan dengan sigap Sella melesat keluar. Javier kini ada didepan Sella, gadis ini hatinya loncat-loncatan kaya dapet doorprice!. Sella membuka pagar dan mulai senyum-senyum gak jelas. “Mau kemana ?” Tanya Sella. “Mmm, emang lo boleh keluar ?”. “Boleh aja, lagian gue dirumah sendirian pada punya acara masing-masing” Jawab Sella. “Yaudah ikut gue kerumah sodaranya Dion yok, ada yang lain juga kok disana”. Berpikir sejenak dan akhirnya Sella mengiyakan ajakkan Javier. Akhirnya mereka berangkat, malam ini special banget bagi Sella walaupun tanggal 27 itu batal tapi sepertinya semuanya akan terbayar dengan acara malam tahun baru ini. Tak dapat dipungkiri emang Javier bisa buat Sella tersenyum, entahlah tapi memang ini kenyataannya, dan Javier orang pertama yang bisa mengajak Sella keluar di tahun baru #LOL. Ketika tengah malam mendekati, dan hitungan detik, 1 … 2 … 3 … dan Happy New Year J, petasan mulai bersahut-sahutan, indah sekali langit yang gelap diwarnai petasan yang berbentuk kembang berwarna-warni.
                Rasanya bahagia sekali hati Sella, bisa merayakan malam Tahun Baru bersama Javier, yahh padahal sih Javier bukan siapa-siapa cewek ini. Dan semua pun berakhir saat Sella harus kembali pulang kerumahnya, ingin sekali semuanya keulang lagi, iya terulang ditahun baru nanti. Perjalanan pulang tinggalah bayangan-bayangan yang telah terjadi tadi. Dan malam ini malam terakhir dan terindah, karena esok telah berubah menjadi datar. “Thanks ya Jav” Ucap Sella dengan seulas senyum, namun Javier hanya membalas dengan senyum, iyaa senyum itu, senyum yang khas, yang gak akan pernah terlupakan #eaaaaNgefly.
                Januari 2013, awal tahun, harapan baru, dan suasana pun menjadi baru. Termasuk sikap Javier juga baru terhadap Sella. Setelah malam tahun baru itu, Javier seperti menjaga jarak dengan Sella, entahlah mungkin ini caranya Javier melupakan Sella. Terkadang Sella merindukan keadaan yang dulu “Kangen Javiiiiiiiiii” Keluh Sella ketika sedang merebahkan tubuhnya dikasur memandang langit-langit kamarnya dan telinga cewek ini ditutupi dengan headset. Seketika lagu Awake yang dinyanyikan Secondhand Serenade itu mengalun di telinganya. “Ya Tuhaannn, apa ini! Kenapa lagu ini kayak jadi lagu kenangan sih ?” “Kira-kira Javier pernah gak yaa kangen sama gue … haha” Ucap Sella dengan tawa sumbang, “Konyol! Mana mungkin dia ngerasain ini”
                Rasanya bulan Januari berjalan dengan cepat, sudah hampir di pertengahan bulan. Dan sebentar lagi Javier akan berulang tahun. Malam itu tiba-tiba saja teman-teman Javier datang kerumah Sella, yaaa hanya bermain dan bercerita-cerita tentang kekonyolan mereka. “Ehh, bentar lagi Javier ultah nih, enaknya diceplokin apa engga ?” Tanya Dion dan seketika pandangan mereka tertuju kearah Sella. “Lhoo, kenapa jadi pada ngeliatin gue ?” Jawab Sella sambil menyipitkan matanya. “Kita kan butuh persetujuan dari lo” Jawab Tian “Nahh iyaa begituu” dan serempak yang lain juga mengiyakan alas an Tian. “Lah? Terserah, ceplokin aja kenang-kenangan terakhir” Jawab Sella. “Ohh iyaa Sel, sebenernya kan gue gak boleh bilang-bilang masalah ulang tahun ini ke lo kata si Javier” Ucap Dion. “Hmm, iyaa gue paham ko, gapapa gue” Balas Sella dengan seulas senyum, gadis ini benar-benar mengerti mengapa Javier seperti ini, iyaa Javier ingin melupakan semuanya.
                Tanggal 21 Januari itu tiba. “Ngucapin gak yaaa ? Yaelah bocah banget gue pake mikir segala, ucapin laaahhh” Sella langsung mengambil handphonenya dan mengetik ucapannya. Beberapa jam gak ada balasan, tapi Sella tak menanggapi yang penting dia sudah ngucapin. Ternyata ada pesan di Facebook cewek ini, tepat itu dari Javier yang menyatakan kalau dia lagi gak ada pulsa jadi gak bisa balas sms dari Sella, “Tanggal 24 dateng yaaa J” Ucap Javier. “Dateng kemana ?” “Kan besoknya gue mau berangkat jadi makan-makan aja”. Sella terdiam dan berpikir “Apasih! Gue harus gimana kalo kayak gini” batin Sella. “Hmm, gue gak janji ya Bang” Ucap Sella.
                Terus berpikir, “Dateng gak yaaa, kalo gak dateng kan udah gak ketemu lagi, tapi kalo dateng nanti pasti kangen”  Sella terus memikirkan jawabannya. “Udah lah liat ntar aja”. Tanggal 24, Sella bangun pagi dan bergegas mandi. Karena pagi itu dia harus kerumah temannya untuk mengerjakan tugas kelompok. “Kok dingin sih” keluh Sella sambil merapatkan Jaketnya saat sedang berkendara. Ketika sudah sampai dirumah salah satu teman Sella akhirnya mereka mulai mengerjakan tugas, iyaa mereka mulai mengetik naskah drama, dan Sella merasa tubuhnya makin menjadi-jadi. “Ehh, gue balik duluan yaa, gue pusing, lemes nih” Ucap Sella. Akhirnya Sella pulang, “Aduhh, gimana gue bawa motor ini” tanpa pikir panjang akhirnya Sella menancap gas, yang dipikrannya adalah cepat sampai rumah dan tidur. Tiba dirumah Sella langsung menuju kekamarnya, menarik selimut. “Kamu sakit ?” Tiba-tiba Mama Sella masuk kekamar Sella. “Engga, Cuma kedinginan” Sebenarnya lebih dari kedinginan, tapi Sella gak mau membuat Mamanya cemas dan berceramah. “Makanya jangan nonton bola terus pagi-pagi, nih minum obat dulu”. Sella hanya diam dan mendengarkan saja apa yang diucapkan Mamanya.
                Sella sudah memejamkan matanya, entah sejak kapan ia sudah tertidur, dan tiba-tiba dering No Love yang menandakan telefon masuk berdering, Sella mengambil handphonenya dan mengangkatnya. “Hallo” ucap Sella dengan lirih, terdengar dari sebrang sana bising sekali. “Hallo, eh ini gue Tian, ntar malem lo jadi datang gak ?” Ucap Tian. “Hmmm, gak tau gue, ini gue lagi gak enak badan” “Yaudah nih lo ngmong sama Dion deh” Dan telefon itu diserahkan kepada Dion. “Hallo, lo sakit Sel ?” “Iyaa, gue juga gak tau bisa dateng apa engga, liat ntar aja yaa, emang jam berapa ?” “Jam 7an kita jalan” “Ohh, yaudah deh ntar gue kabarin” dan akhirnya percakapan itu terputus, Sella bangun dari tempat tidur, “Sedikit pusing sih, boleh gak yaa gue keluar”. “Ma, aku diundang Javier ulang tahun sama perpisahan sebelum dia ke jogja” “Dimana ?” “Gak tau, boleh gak ?” “Yaudah”. Ternyata Mama Sella mengizinkan Sella keluar, Sella bersiap-siap waktu sudah menunjukan pukul 18.30 dan bergegas ia berangkat. Hawa dimalam hari saat itu sangat dingin baginya yaaa mungkin karena keadaannya yang kurang fit saat itu. Ketika sampai dirumah Dion untuk berkumpul, akhirnya mereka semua berangkat menuju rumah Javier. “Ehh, gue di bonceng aja ya ?” Ucap Sella. “Kenapa emang ?” Tanya Tian. “Lemes gue hehe” Jawab Sella sambil menyeringgai. “Yaudah lo sama gue aja Sel” Ucap Dion. Sesampai dirumah Javier, ternyata Javier sudah duduk didepan rumahnya bersama salah satu temannya. Sempat ada rasa canggung di diri Sella saat bertemu Javier, entah karena apa Sella pun tak mengerti. “Tuh kan, biarpun ada lo Javier tetep ketawa aja kan” Ucap Dion, “Iya sihhh” Jawab Sella.
                Dan tiba suatu tempat makan. Mereka memesan makanan, sebenarnya Sella gak ingin makan saat itu, efek gak enak badan begitulah, tapi akhirnya cewek ini ikut memesan. Tawa, canda, pasti menghiasi suasana malam itu, selalu ada yang menjadi korban ledekkan mereka, Sella hanya tersenyum mendengarkan celotehan mereka dan ikut tertawa, dengan begitu menghilangkan rasa pusingnya. Sesekali ia melirik kea rah Javier “Ohh God! Melihat Javier hanya akan menambah kerinduan” batin Sella. Hari ini benar-benar hari yang terakhir Sella bertemu Javier, melihat senyum Javier, karena esok dan seterusnya hal semacam itu akan menjauh, mungkin menghilang jika semua benar-benar berubah.
                Selesai makan beberapa teman-teman Javier ada yang membuka forum mengenai penceplokan. Haha!. “Jadi gimana nih, ceplokin gak ?” “Ceplokin lah, kapan lagi” ucap Sella. Setuju dengan pernyataan itu, mereka semua bekerja sama manjalankan strategi yang sudah mereka buat. “Oke, pokoknya ntar gue pura-pura ke kamar mandi dulu, nah pas Javier masuk, lo pada siapin deh tuh” Ucap Dion. “Siippp deh” Jawab mereka semua. Secara pelan tapi pasti semua berjalan sesuai rencana. Dion ke kamar mandi, Tian menempati posisi duduk di depan rumah Javier sebelum Javier menempati tempat itu, dan tepat sekali Javier barada dismping Tian, mereka masih bercanda-canda agar Javier gak curiga sama sekali, Sella berada didepan Javier berdiri melihat Tian dan Javier bergantian, dan dalam hitungan detik “plooookkkk” teluryang dipegang Tian menyerang kepala Javier, disusul Sella memecahkan telur itu dipunggung Javier, dan semua mulai mengikuti untuk melemparkan telur-telur itu disusul pula tepung terigunya. Javier terlihat pasrah #pengen ngakak!. Sella menaburi Javier dengan tepung, dalam hati ia merasa senang, karena hal seperti ini jarang sekali terjadi, yaitu ngerjain Javier #LOL. Malam itu benar-benar penuh tawa! Tapi terselip sedikit kesedihan di hati Sella. “Sukses Bang” Batin Sella.
                Malam itu pun berakhir, gak ada kata-kata terakhir yang Sella ucapkan sebelum Javier berangkat, tapi ia selalu berdoa semoga Javier selalu baik-baik saja dan akan baik-baik saja. Hari berganti, Javier pun pergi meninggalkan Sella dan teman-temannya. “I’ll miss your smile”

“Finished! Ini cerita terakhir kita bang, gimana akhirnya menurut lo ??? hmmm J Sekarang semua berakhir, udah gak kayak dulu lagi bang, gue sebenernya kangen banget saat-saat itu, tapi gue tau diri lah gue gak mau bikin keadaan jadi rumit lagi hehe. Lo tau, gue masih inget semuanya! Semuanya yang dari awal mulai kita jalan, pas itu lo jemput gue abis pulang camping, trus lo ngajak gue makan bareng hari itu juga, trus lo nyari stick drum tapi yang lo cari gak dapet, lo bilang lo bte :p. Trussss, saat lo ngajarain gue main gitar sama si Budi dan Dede lo dateng kerumah gue, gue seneng banget, dan ternyata malam itu juga sesuatu terjadi, yaaa you know lah! Gue gak akan pernah lupa J, ada lagi nih, waktu kita makan jagung bareng, saat itu gue abis pulang pensi, trus gue nyusul lo ke warnet dan kita makan jagung bareng deh, I think that is sweet moment ever bang <3.  Dan yang terakhir di 2012 gue bisa rayain tahun baru sama lo hahaha, sumpah demi apapun gue senenggggg bingiiiittt :D, pernah gak lo ngerasain apa yang gue rasain bang ??. Ohh iyaaa gue inget semua lhooo tanggal-tanggal kejadian diatas haha mungkin kerajinan banget kali yaa, tapi gue emang gitu orangnya bang. Tiap gue denger lagu Secondhand yang Awake pasti gue inget lo mulu deh, gue inget saat-saat kita tiny chat trus kita puterin tu lagu trus dengerin bareng hihi dan gue rasa tuh lagu bakal jadi lagu kenangan bang, tapi gak tau deh menurut lo gimana haha. Panjang banget yaa gue ngetik, bosen gak lo baca tulisan gue ? :p Btw ada yang mau gue tanyain nih, tapi enak gak yaa gue nanyanya disini ? hmmm kapan-kapan aja deh kalo lo kepooo J. The last, Makasih bang! Lo abang-abang gingsul terindah gue daaaahhhh :D jangan bandel yaa di jogja, trus tidur jangan malem-malem terus, rokoknya dikurangin J Sukses selalu buat Bang Jole…byeee bang sampai jumpa di masa depan, gue tunggu perform lo di London yaaa, tapi kasih tiket buat gue gratisssss :p”

Komentar

Postingan Populer