Javier, Te Amo



Kelulusan yang ditunggu siswa kelas 3 SMP pun sudah mulai mendekat, dan semua berdoa agar bisa lulus 100%. Sella menjadi dari adik kelas itu dan ikut berdoa untuk kaka-kaka kelasnya. Dan cerita itu pun tiba ….
                Reva, dia salah satu kaka kelas Sella dan sekaligus sahabat Sella sejak kecil, walaupun mereka beda setahun itu gak jadi masalah, bahkan menjadikan mereka seperti kaka dan adik kandung. Sella juga mengetahui tentang seseorang yang katanya sangat mengagumi Reva. “Ciee,  Reva disukain kaan sama itu hehehe” ledek Sella ketika mereka sedang bermain dirumah Sella.
“Apa sih Sel, engga ko” jawab Reva. Cowok itu namanya Javier, satu angkatan sama Reva, begitu menyukai Reva dan entah mengapa Reva selalu menghindari untuk membahas itu, padahal Javier itu menurut Sella not bad.
                Dan akhirnya Reva lulus, Javier pun juga sama seperti Reva, keluar dari SMA itu dan melanjutkan pendidikan lanjutnya. Dua tahun dilewati kabar tentang Reva dan Javier sudah gak didengar lagi, ya mungkin karena mereka beda tempat.
“Tugas banyak banget sihhhh….” Keluh Sella sambil menyalakan computer untuk mengarjakan tugasnya.
Setelah sejam lebih untuk menyelesaikan tugas, akhirnya Sella memutuskan buat membuka akun Facebooknya. Dan tiba-tiba ada yang ngechat cewek ini, mengirim sebuah emotion smile “J” .
“Hah ? Javier ?” sesegera Sella membalas chat cowok itu “Apa ?”.
Dan inilah yang dibicarakan mereka :
Jav          : lu anak SMP Kartini kan ya
Sel        : iyaa ..knp ?
Jav       : sakarang masih??
Sel        : udh lulus..
Dan msaih banyak lagi perbincangan yang mereka omongin samapai pada akhirnya Javier dan Sella bertukar no handphone. “Oke nanti gue sms lo ya ?” Tanya Javier pada saat berbincang dengan Sella.
“Iya, lo sms aja” jawab Sella. Kemudian beberapa saat kemudian Sella offline dari Facebook. Saat mengecek handphonenya ternyata benar saja, Javier langsung mengirim sms kepada Sella. Dan dari situlah kedekatan Sella berawal dengan Javier.
            “Lo dulu suka sama Reva ya ?” tanya Sella saat sedang berbincang-bincang dengan Javier melalui sms.
“Hmmm, iya emang kenapa ? tapi itu dulu” Jawab Javier.
“Yaa, gak apa-apa Cuma nanya aja” balas Sella.
“Ohh iya gue boleh minta nomernya Reva ?” Tanya Javier
“Hmmm, kalo gue sih oke aja, tapi entar dulu ya gue izin sama Reva nya dulu” Jelas Sella
“Oke deh” jawab Javier
Hening seketika. “Masih ngarepin toh yaaa” Ucap Sella dengan lirih
Entah apa yang harus dirasakan oleh Sella ketika dia bisa berkenalan dengan Javier, senang atau malah sakit. “Kenapa jadi kepikiran sih ?” Sella mengeluh setelah menyadari dirinya telah hanyut akan lamunan tentang Javier. Iya Javier yang mungkin masih mengharapkan Reva.
Siang hari, ketika Reva bermain dirumah Sella.
“Rev, Javier minta nomor lo tuh ? kasih gak ?” Tanya Sella pada Reva.
“Hah ? kasih gak ya ? yaudah kasih aja” Jawab Reva.
“Oke deh entar malem gue sms dia” jawab Sella seadanya.
Rasanya tuh suasana hati jadi gak karuan entah harus senang atau ini yang namanya cemburu ???
Setelah banyak-banyak cerita diantara mereka akhirnya Reva pulang kerumahnya. “Ahhh, kenapa sih gue ini ? Iya kali gue suka sama Javier ?” Sella mengeluh dan mengerang dikamarnya kemudian merebahkan tubuhnya kekasur.
            Hari ke hari Javier tetap masih menghubungi Sella, dan ternyata dengan Reva juga. Ya gimana engga berhubungan kalo emang pada dasarnya Javier mengagumi Reva.
“Ehh, gimana lo sama Reva ?” Tanya Sella saat topic pembicaraannya dengan Javier hampir habis.
“Yaa engga gimana-gimana kok, emang kenapa ? jawab Javier.
“Gak apa-apa sih gue Cuma nanya aja, lo masih suka sama dia ?” Tanya Sella dengan penasaran.
“Hmmm, dikit hahaha” jawab Javier dengan singkat.
            Setelah percakapan itu berakhir, perasaan Sella menjadi sedikit tenang, entah karena apa, mungkin atas jawaban Javier tentang perasaan dia pada Reva. Gak setiap saat juga Javier berkontak ria dengan Sella, hingga pada saatnya suatu hari itu, Javier tiba-tiba sudah jarang sekali menghubungi Sella entah apa yang terjadi. “Hmmm, mungkin dia lagi sibuk kali ya, yaudahlah” Sella berusaha menenagkan pikirannya. “Kenapa harus dipikirin ya ? Dia siapa gue emang ? Emang gue suka sama dia ?” Sella terdiam memikirkan semua itu “Suka sama Javier, hah ? engga ahh ga mungkin” Sella berusaha membuang semua pikiran itu.
            Setelah semua menjadi renggang, Sella sudah tak ingin membahas akan semua yang ia rasakan kepada Javier. Benar-benar kosong, hilang, hampa, namun Sella berusaha mengabaikan situasi disaat Javier benar-benar tidak ada kabar.
            Sebulan, dua bulan hingga berbulan-bulan dilalui. Sella akhirnya benar-benar sudah netral. “Benar saja, gue gak suka sama Javier, sekarang aja biasa aja tuh” Ucap Sella sembil menyunggingkan senyum tipis. Dan tiba-tiba saja “Sel, kirimin nomor lo dong, handphone gue hilang” Javier mengirimkan Sella pesan di facebook. Seperti baru dapet undian, betapa senang Sella mendapat kiriman pesan dari Javier. “Hmmm, pantas saja dia gak ada kabar, ternyata ini masalahnya” Ucap Sella, dan gadis ini kemudian mulai membalas pesan Javier memberikan nomor handphonenya.
            Dan akhirnya Javier datang lagi dikehidupan Sella, setelah beberapa bulan menghilang. “Masih kontak-kontakkan Sel sama Javier ?” Tanya Reva.
“Masih Rev, kenapa ?” Jawab Sella.
“Hmm gak apa-apa nanya aja, waktu itu sih dia ngajakkin main” Jelas Reva.
“Ohh, yaudah ayoo, Btw Rev, kenapa lo gak sama Javier aja sih ?” Spontan pertanyaan itu keluar dari bibir Sella.
“Yaaa, begitulah Sel, kita kan beda” Jawab Reva.
“Ohh iyaa yaa” Singkat Sella. Tanpa harus Reva menjelaskan Sella mengerti apa maksud dari Reva.
            “Heh! Andai aja gak ada perbedaan disini” Gerutu Sella.
Dan benar saja setelah Reva, Javier mulai dekat dengan Sella “Lagi” !. Kenyamanan itu selalu hadir kalau Sella berada didekat Javier walaupun hanya melalui pesan. Entah apa yang dirasakan selama ini, datang dan pergi seperti pulang pergi dari sekolah, berlalu begitu saja. “Sekarang dia hadir lagi, dan perasaan ini…….ahhh” Terlintas lagi pemikiran akan perasaan Sella pada Javier.
            “Sel, minggu depan nonton yuk ?” Tanya Javier pada Sella.
            “Hah ?” sontak Sella kaget mendengar ajakan dari Javier “nonton apa Jav ?” tanya Sella.
            “Yaa apa aja yang ada di bioskop nanti, mau gak ?” Jelas Javier.
            “Hmmm, Insyallah yaa nanti gue kabarin lagi” Jawab Sella.
Setelah beberapa hari mengenai perbincangan itu akhirnya Sella mengiyakan ajakan Javier untuk pergi menonton. “Yaudah, gue pulang sekolah langsung kesana kita ketemuan disana aja yaa” Ucap Sella.
“Oke, jam setengah 3 gue tunggu yaa” Jawab Javier.
“Siip deh gue juga sekalian mau nyari novel” Jelas Sella dan meletekkan handphonenya lalu bersiap-siap ganti baju.
            Jam 2 pun tiba. Sella sudah bersiap-siap untuk bernagkat, tapi tiba-tiba saja handphonenya berdering nada sms. “Javier” ucap Sella lalu segera membuka isi sms itu. “Sel, maaf yaa nanti gue gak bisa lama-lama nih” Itu sms Javier untuk Sella.
“Emangnya kenapa Jav ?” tanya Sella dan itu membuat moodnya jadi turun.
“Gue ada pelayanan Sel, maaf banget yaa L” Jelas Javier.
“Ohh yaudah gak apa-apa Jav, mendingan next time aja, lo hari ini pelayanan aja” Jelas Sella “Ahh rese banget sih udah rapih gini malah gak jadi” Keluh Sella.
“Bener gak apa-apa ?” Tanya Javier
“Iya gak apa-apa kok santai aja J” Sella berusaha untuk tetap biasa saja, padahal sih hatinya udah kesel banget.
“Gue jadi gak enak sama lo, nanti gue balik cepet deh yaa, nanti jam 5 gue jemput lo ?” Javier masih berusaha untuk tetap bisa memperbaiki keadaan.
“Gak usah Jav, gue juga mau pergi sama temen gue nih mau nyari novel” Sella tetap kekeuh buat gak nerima tawaran Javier, karena udah kelewat BT. Hehehe
Dan akhirnya Javier menyerah buat memperbaiki keadaan tapi “Pokonya next time harus jadi ya, maaf Sel buat kali ini” Ungkap Javier.
            Sella mulai disibukkan dengan pelantikan Eskul yang akan diselenggarakan sebentar lagi. Karena dia jadi Ketua Pelaksana Eskul yang dia pegang. “Ya Allah ribet banget yaa” Ucap Sella. “Semangat Sel, beberapa hari lagi acaranya mulai dan kita tinggal jalanin aja semua konsepnya” Vanya, sahabat Sella menyemangatinya. “Okeee thanks Dear” Jawab Sella sambil berlalu dan menepuk bahu Vanya “Gue ke kantin yaa”
            Malam pun tiba, melepas kepenatan seharian mikirin konsep pelantikan akhirnya Sella memutuskan buat online. “Sellllll” Chat dari Javier.
“Kenapa Jav ?” Jawab Sella.
“Jadinya kapan nih kita jalan ?” Tanya Javier.
“Aduh, gue belum tau Jav, soalnya gue lagi mau pelantikan nih, gimana yaa ?” Jelas Sella.
“Gue sih terserah lo aja Sel bisanya kapan J” Jawab Javier
“Hmmm, atau gini aja deh, gue kan pelantikan 3 hari nah hari minggu gue pulang, lo jemput gue aja disekolah trus kita jalan deh, gimana ?” Ungkap Sella yang begitu antusias.
“Emang lo balik jam berapa ?” Tanya Javier.
“Kira-kira jam setengah 12 dari tempat kemah Jav, bisa gak ?” Jelas Sella.
“Nanti gue usahain deh soalnya hari minggu gue juga ada pelayanan di gereja,paling jam 1 kurang 15 gue baru selesai” Ungkap Javier.
“Yaudah lo kabarin gue lagi aja yaa, jangan PHP lagi… hehe” Jawab Sella.
“Siip deh J, Ohh iyaa gue mau beli stick drum nih, tapi bingung” Ucap Javier.
“Bingung kenapa ?” Tanya Sella.
“Gak ada yang nemenin” Jawab Javier.
“Yaudah sekalian aja hari minggu gue temenin lo beli sticknya” Ucap Sella.
“Lo mau nemenin ?” Tanya Javier untuk meyakinkan semuanya.
“Iya, kan biar sekalian. . . hehehe” Jawab Sella
            Dan hari pelantikan pun tiba, kesibukkan Sella semakin memuncak untuk mengurusi apa yang harus ditanganinya. Perlahan namun pasti, dan semua pun terlewatkan, tibalah malam unggun semua bersorak ria bernyanyi mengelilingi api unggun. “Yahh, kok malam unggun gue malah ngantuk sih” Keluh Sella.
“Yaudah kamu tidur aja dek, pasti capek banget tadi” Ungkap Kak Tasya, iyaa dia adalah senior Sella.
“Yaudah ka, aku tidur duluan yaa” Sambil berjalan menuju tenda Sella mengecek Handphonenya. “Ish gak ada apa-apa, matiin aja deh” Sella merebahkan tubuhnya ditempat yang hanya beralaskan tikar, yaa namanya juga kemah.
            Pagi tiba, yaa pagi itu minggu. Sella bangun lebih awal buat mencharge handphonenya. Dan menitipkan handphonenya pada temannya lalu dia bergegas untuk mandi. “Handphone lo udah full Sel, nih” Nindi memberikan handphone Sella yang tadi dititpkan padanya.
“Oke thanks yaa”. Sella langsung mengaktifkan handphonenya dan ada pesan masuk! “Besok jam 1an gue jemput ya Sel”  “Javier!” Seru Sella. Sella kaget dan senang membaca pesan itu, ternyata tadi malam dia mengirim pesan ini dan ingat sama janjinya J.
Siang pun tiba, semua peserta, beserta panitia pelantikan bergegas merapikan barang-barang mereka untuk segera pulang. Dan akhirnya Sella menaikki mobil truk angkatan darat, duduk ditempat yang dibelakangnya jendela supaya gak sumpek hehe. Mobil berjalan dengan lancar tanpa hambatan, angin bertiup sepoi-sepoi dari jendela dan kesejukkan itu membuat Sella mengantuk, ingin tertidur tetapi tak ia dapati satupun posisi yang tepat, matanya sudah mulai sayu-sayu dan tiba-tiba saja handphonenya berdering nada sms. “Lo udah dimana Sel ?” Javier mengiriminya pesan. “Gue masih dijalan Jav, masih jauh dari sekolah” Jawab Sella. “Yaudah nanti kalo udah sampai kabarin gue yaa” Balas Javier. “Oke”.
Beberapa saat kemudian, tibalah Sella disekolah, dan ia pun langsung masuk kedalam sekolah menuju koridor untuk duduk sejenak sambil menunggu Javier. “Gue udah disekolah Jav, lo dimana ?” Sella langsung mengirim pesan pada Javier. “Gue masih digereja Sel, bentar lagi yaa” Jawab Javier. “Ohh, yaudah gue tunggu yaa” Balas Sella. “Btw lo disana sama siapa ? masih ada orang gak ?” Javier pun menanyakan keadaan disekolahnya, hmmm mungkin saja cowok ini khawatir takut-takut kalau hanya Sella sendiri yang masih menunggu. “Tenang aja masih ada anak-anak Paskibra sama Pramuka kok” Jelas Sella. “Yaudah nanti kita makan yaa, gue tau lo pasti capek dan laper” Jawab Javier. Sella sempat menolak ajakkan makan Javier, tapi Javier tetap memaksa dengan berbagai alasan, dan akhirnya Sella mengiyakannya.
Hampir setengah jam berlalu, Sella memutuskan untuk pindah ke Masjid sekolahnya.”Mending gue solat Dzuhur dulu deh” Bergegas menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu. Setelah selesai solat Sella duduk di teras Masjid, menunggu Javier. “Lama banget yaaa” Sella mulai merasa bosan, karena keadaan sekitar mulai sepi. Duduk sendiri, pandangan tertuju ke arah jalanan, dan akhirnya ada sebuah motor yang berhenti digerbang sekolah Sella. Sella masih duduk dan belum menyadari kalau itu Javier, hingga orang itu melambaikan tangannya barulah ia sadar dan segera bangkit dari tempatnya.
Senyum itu tersungging dibibir Sella, entah apa arti dari senyum itu. “Lama ya ?” tanya Javier. “Hmmm yaa lumayan lah” jawab Sella, padahal dalam hati Sella berkata “Lamaaaaaaa bangeeettttt”. Kemudian Sella memakai helm dan duduk dibonceng Javier. Sepanjang perjalanan gak banyak yang mereka perbincangkan, entah karena malu-malu atau memang gak ada yang mau dibahas.
Dan tibalah mereka disuatu Mall untuk mencari Stick drum baru Javier. “Ya Allah, kenapa aku deg-degan sihh” Sella berkata dalam hati sambil mengatur nafasnya. Sepanjang jalan bersama Javier, Sella begitu menahan semua rasa groginya, entah apa arti semua ini mungkinkah rasa itu kembali ???
Tiba ditempat alat music, Javier mulai mencari stick drum yang dia inginkan, Sella mengikutinya saja karena cewek ini gak ngerti apa-apa hehe. Setelah bercakap-cakap dengan penjaga tokonya akhirnya Javier gak jadi membeli, karena merk yang dia inginkan stoknya lagi habis, dan mereka pun keluar dari toko itu, tampak sekali wajah Javier yang agak kecewa yaa hmmm… “Trus, gimana Jav ? kita mau cari kemana lagi ?” Tanya Sella. “Yaudahlah gak usah, besok aja gue ke Gading nyari, sekarang kita makan aja yuk ?” Jawab Javier. “Ohh…. Mau makan dimana ?” Balas Sella. “Lo mau makan apa ?” Tanya Javier. “Gue sih makan apa aja, terserah lo aja deh” Ungkap Sella. Setelah mencari-cari tempat akhirnya mereka makan disuatu restoran.
Keadaan di restoran saat itu ramai sekali hampir saja Javier dan Sella gak dapet meja makan, Minggu beginilah, ramai. Tapi akhirnya mereka mendapat tempat, baru saja orang itu pergi. “Lo mau pesen apa Sel ?” Tanya Javier. “Hmmm, samain aja deh kaya lo Jav” Jawab Sella. “Oke” Javier berlalu dan menuju kasir untuk memesan.
Akhirnya mereka menikmati makanannya. “YaAllah…. Plis plis jangan salting” ucap Sella dalam hati. Bagaimana tidak, Sella makan berdua bersama Javier, dan duduk berhadapan dengan cowok ini. Sebisa mungkin Sella untuk tetap terlihat tenang, karena Javier pun terlihat begitu tenang dan menikmati makanannya.
Saat makan selesai, mereka beranjak dari tempat, dan langsung pulang. “Padahal sih gue gak mau pulang dulu hihihi” Harap Sella dalam hati. Dibonceng Javier, diperjalanan Sella tampak senyum-senyum entahlah ada apa dengan cewek ini. “Jav, thanks a lot ya J” Ucap Sella sambil turun dari motor dan berjalan menghadap wajah Javier. “Iyaaa J” Ucap Javier dengan senyum khasnya, iya khas banget ada yang manis disenyum itu, yaitu gingsulnya hahahaa
Setelah kejadian hari itu, saat bersama-sama dengan Javier mereka semakin menjadi-jadi, makin deket. Dan ternyata Sella benar memang menyukai Javier! Perasaan itu jelas terasa, Javier bisa membuat Sella kesel, marah, badmood, hingga tersenyum…. Hhhh konyol.
Sore itu Sella keluar rumah dan menuju lapangan dekat rumahnya. Ada Reva yang sedang ngumpul bareng anak-anak perumahan disana. Dan Reva menghampiri Sella yang duduk di bale. “Cieeee Sella” ledek Reva sambil senyum-senyum. “Apasih Rev ?” jawab Sella dengan senyum tipis. “Ohh iya Sel, dapet salam tuh” Ucap Reva yang masih senyum-senyum sendiri. “Dari siapa ? pasti mau ngeledek deh” Jawab Sella dengan mata melirik kearah Reva. “Dari siapa lagi kalo bukan Javier…haha… asiik banget kan sekarang deket sama Javier” Balas Reva dengan tawa. “Hah ?! dia ngmong apa aja Rev ?” Jawab Sella dengan nada melemas. “Iya Sel, dia cerita kok semuanya ke gue, dia mau deketin lo, tapi takut, trus ragu, takutnya lo juga lagi deket sama cowok lain” Jelas Reva. “Hheuuh…” hanya dengusan itu sebagai jawaban cerita Reva. “Kenapa Sel ? kenapa ga dijalanin aja sama Javier ?” Tanya Reva. “Gak tau lah Rev, kan lo tau sendiri gue sama dia beda keyakinan, jadi gak segampang itu” Jelas Sella dengan wajah yang tampak begitu sedih akan kenyataan ini. “Ohh, iya juga sih yaa, tapi lo udah pernah bahas ini ke dia ?” Tanya Reva. “belum Rev, gue takut, gue takut salah ngmong, gue juga gatau mau mulai bahasnya gimana, sampai saat ini aja dia gak ninjukin apa-apa atau gak pernah bahas masalah perasaan dia” Jelas Sella.
Keadaan semakin rumit, entah apa yang harus Sella lakukan untuk semua ini. “Okelah, gue ikutin aja gimana jalannya waktu” Tegas Sella. Hari-hari Sella  berjalan seperti adanya. Malam itu, “Sel, nanti gue kerumah lo yaaa, kita makan jagung bakar bareng mau gak ?” Tanya Javier melalui pesan singkat. “Ohh DearGod!!!” Sontak mata Sella langsung mebelalak setelah membaca sms itu, nampaknya dia egitu senang, dan segera Sella membalas pesan itu. “Oke Jav, jam berapa lo mau kesini ? Btw, gue ajak Reva juga yaaa” balas Sella. “Oke Sel, jam setengah 8 yaa”.
Gak terlalu grogi buat makan jagung bareng Javier karena ada Reva, jadi suasana itu gak membuat Sella jadi salting hehehe. Hampir pukul 23.00, dan akhirnya Javier pamit untuk pulang. “Makasih Jav, bae banget dah lo” ucap Reva. “Makasih yaa Jav, kita udah ditarktir” Lanjut Sella. “Iyaa, sama-sama” balas Javier, dan pastinya dengan senyum khas itu hahahha.
Jam pelajaran disekolah, baru saja guru seni music Sella memberitahu pegumuman kalau minggu depan murid-murid memasuki materi gitar dan mengambil nilai prakteknya. “Aduuh, gue minta ajarin siapa yaa ?” Pikir Sella. “Hmmm kalo gue minta Javier dia bisa gak yaa ? dia kan ahlinya Drum, tanya gak yaa ?” ragu beribu-ribu ragu buat bertanya dan meminta agar Javier mengajari Sella gitar. “ahh tanya aja kali ya, daripada gue gak dapet nilai” ucap Sella dan langsung meraih handphonenya untuk menghubungi Javier. “Jav, lo bisa main gitar gak ?” Terkirim sudah sms itu, uring-uringan nunggu balesan dari Javier. “Gue sih bisa Sel, tapi gak jago-jago banget, kenapa ?” balas Javier. “Nah, pasti Javier” Dagdigdug Sella membuka isi pesan itu. “Ohh, gue mau minta ajarin Jav, buat nilai praktek seni music, lo bisa gak ?” jawab Sella. “Bisa aja sih gue lo atur aja kapan mau latihannya, entar gue ajak Tian” balas Javier, Tian itu teman main Javier cowok ini memang katanya sih jago gitar hehe
Setelah Sella menentukan waktu dan harinya, tibalah saat itu hari dimana dia harus bertemu dengan Javier “lagi”!. Sella menunggu kabar Javier untuk datang kerumahnya. “Aduuhh, plis semoga nanti gue gak grogi, gak salting pokoknya harus Stay Cool!” Ucap Sella didepan cermin dengan wajah yang sok-sok cool -_-. Datanglah Javier bersama dua orang temannya.
(melihat dari jendela) “mereka datang”. Sella langsung membuka pintu dan menghampiri mereka bertiga. “Jav, lo bawa gitarnya Cuma satu ?” Tanya Sella sambil berjalan menghampiri Javier. “Hehehe, iyaa, gitarnya Tian senarnya putus” Jawab Javier. “Yaudah lo tunggu sini dulu ya, gue mau pinjem gitar dulu” Sella pun mengambil handphonennya da menghubungi Jovan untuk meminjam gitar, dan akhirnya cewek ini bergegas menuju rumah Jovan, Jovan sahabat Sella sejak kecil, rumahnya juga gak terlalu jauh dari Sella.
Dan gitar pun sudah ditangan Sella, mulailah Javier mengajarinya. Memang agak canggung. “Jav, ajarin dong yang bener, kasih tau tuh jarinya dimana aja” celetuk Tian. Dan Javier langsung duduk didepan Sella memberi arahan jari-jari tangannya pada tiap senar. Sella hanya tersenyum tipis, mungkin kalau Javier sadar jari-jari Sella saat itu benar-benar dingin, berusaha menahan grogi dan deg-degan yang dahsyat. “Ohh shit!” Keluh Sella dalam hati. “Semoga aja gue bisa ngontrol sikap gue, jangan salting plis” Sella berdoa dalam hati hahaaha. Beberapa saat kemudian Sella mengajak Javier, Tian dan Dion pindah tempat untuk bergitar ria di bale dekat rumah Sella.
Suasana saat itu gak sepi, karena ada Dion, temannya Javier yang mulutnya gak bisa berhenti ngomong, apa aja diomongin ckckck. Reva pun datang, yaap Sella juga mengajak Reva untuk bergabung dengan Javier dan temannya. Dan kebetulan juga ada Dion, Dion itu suka sama Reva tapi sayangnya aja Reva udah punya pacar….pukpuk yaaa Dion J. Main gitar udah, ngobrol-ngbrol lanjut, rasanya gak mau Javier pulang :3. Tapi waktu menunjukkan hampir pukul 23.00, Sella juga harus pulang karena ada Chelsea tim idolanya yang bakal tanding. Wihiiiiiiy
Topik udah hampir surut, semua kayanya udah dibahas dari yang penting sampe yang gak penting hahaha. “Yaudah yuk pulang udah malem” Ajak Sella. Kemudian mereka semua bangkit dari duduknya untuk pulang, Reva masuk kerumahnya, Javier, Tian, dan Dion menghampiri motor mereka. “Ehh, Jav, gue sama Dion duluan yaa” Ucap Tian pada Javier. “Ohh iyaa okedeh” Jawab Javier. Dan Tian pun berangkat duluan bersama Dion “Balik duluan yaa, Assalamu’alaikum” Pamit Tian dan Dion.
Tinggalah Sella dan Javier berdua. Sella sempat bingung kenapa Javier gak pulang bareng mereka. “Lo kenapa gak bareng Jav ?” Tanya Sella. “Enggak, mereka mau balikin gitar dulu kerumah gue” Jawab Javier. “ohh gitu…hmmm” Sella sedikit bingung dengan jawaban Javier, padahal kan yang punya rumah Javier kenapa mereka yang duluan. Beberapa saat sunyi banget diantara mereka berdua gak ada yang ngmong, hingga akhirnya Javier buka suara.
“Sel, gue mau ngomong sama lo” Ucap Javier
“Mau ngomonga apa ? ngomonga aja” Jawab Sella sambil memetik senar gitar entah kunci apa yang ia mainkan.
Sejenak Javier sempat terdiam, mungkin merangkai kata-kata apa yang mau disampaikan. Saat itu juga perasaan Sella jadi gak karuan, deg-degan itu datang lagi, tapi Sella tetap berusaha bersikap tenang.
“Sel, gue suka sama lo” ungkap Javier yang berdiri didepan Sella.
Sella masih tertunduk, bengong, dan akhirnya menjawab “Apa Jav ? coba tadi bilang apa ?” Sella ingin memastikan kalo yang dia dengar tadi itu salah apa engga.
“Iya gue suka sama lo, gue sayang sama lo, lo mau gak jadi cewek gue ?” Jelas Javier.
Menarik napas dalam-dalam, berusaha stay cool -_-, Sella bingung apa yang harus ia katakkan, apa yang harus ia jelaskan dan akhirnya “Jav, sebenernya gue juga sama kaya lo, tapi . . . . . . . . . . “ Sella gak berani ngelanjutin kata-kata itu.
“Tapi apa ?” Tanya Javier dengan penasaran.
Dengan sedikit menyunggingkan senyum Sella berkata “Gue ada novel, nah masalah nya ada disitu kenapa gue gak ngelanjutin kata-kata gue, lo baca kalo lo mau tau” Jelas Sella.
“Yaudah, sini deh gue baca novelnya” Jawab Javier dengan senyum ituuu #missyoursmile<3
Sella masuk kedalam rumah mengambil novelnya, kemudian kembali keluar lagi dan memberikan novel itu, mungkin Javier bingung banget deh pasti.
“Dibaca yaaa J” ucap Sella berusaha tetap tersenyum, padahal dalam hati itu udah nusuk-nusuk banget. Malam ini cowok yang dia taksir ngungkapin perasaannya, harusnya Sella senang, tapi kenyataannya dia takut.
“Yaudah siip, gue baca, gue balik dulu yaaa” Pamit Javier dan berlalu dari pandangan Sella.

            Sehari pun berlau setelah kejadian malam itu, dan Javier mulai memahami apa masalah yang dimaksud oleh Sella. “Kayaknya gue udah mulai paham nih apa maksud novel ini” Seru Javier melalui chat di facebook yang pada saat itu Sella dan Javier sedang online. “Bener udah ngerti ? jadi menurut kesimpulan lo apa ?” Tanya Sella. “Iya, gue tau kok, masalhnya kita beda agama kan ?” Jawab Javier. Sella terdiam, entah apa yang harus dia katakan. “Kita gak bisa jalanin dulu Sel ?” Tanya Javier lagi. “Jav, kalau pun gue sama lo jadian, gue pasti semakin sayang sama lo, dan gue juga tau kalo suatu hari nanti kita bakal putus gara-gara ini, gue gak mau diantara kita ada yang sakit” Jelas Sella, tanpa ia sadar air mata pun mulai membasahi pipinya, dadanya serasa sesak. “Ya Allah, kenapa harus seperti ini” Ucap Sella. “Iya juga sih Sel L, jadi kita gak bisa jalanin dulu nih ?” Tanya Javier. “Maaf yaa Jav, jujur gue juga sebenernya sayang sama lo, tapi mau gimana lagi kenyataannya emang kaya gini, jadi mungkin kita temenan aja. Lo masih mau kan jadi temen gue ?” Tanya Sella, sebenernya cewek ini gak mau jauh dari Javier, tapi ia tau, kalau suatu saat nanti Javier pasti akan jaga jarak dengan dirinya. “Yaudah gak apa-apa Sel, gue ngerti kok, walaupun pahit banget asli hehe” Jawab Javier
            Akhirnya, semua jawaba pun terjawab, cinta Sella untuk Javier, cinta Javier untuk Sella tak bisa menyatu, yaaap perbedaan ini yang membuat mereka tak meyatu, padahal saling mencintai hmmm miris yaa guys….

“Bang Joleeeeee, nih udah gue jadiin cerita, entah gimana menurut lo, sebenernya masih banyak yang harus gue ketik tapi kayaknya kebanyakkan yaa, jadi biar aja yang gak gue ketik kita yang tau dan kenang hahaha -_- maaf yaa buat semuanya bang, lo boleh pergi kalo lo mau, mungkin itu cara buat move on wakaka, but I’ll always miss youuuuuuu :p terimakasih untuk semua yang udah lo kasih ke gue, apapun itu yang udah buat gue senyum cihuuuuy  -sekian, salam Dearest ({})”  

Komentar

Postingan Populer